Merayakan Natal di Wollongong

Merayakan Natal di negeri Kangguru memiliki kesan tersendiri. Saya dan keluarga merayarakan Natal di gereja City Central Presbytarian Church, bertempat di perempatan Kembla St and Burelli St. Gereja ini termasuk salah satu gereja yang sering dikunjungi mahasiswa kristen Indonesia yang sedang menempuh studi di University of Wollongong. Beberapa gereja lainnya adalah Uniting Church di Crown St dan Gateway Church di Keira St.

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi saya ketika merayakan Natal di City Central Presbytarian Church bersama keluarga.

Hal yang umum adalah perayaan Natal akan dihadiri jemaat yang lebih banyak dari Ibadah Minggu biasa. Di Indonesia, biasanya gereja akan penuh, terkadang pengurus gereja menambah tenda dan bangku ekstra khusus pada perayaan malam Natal dan hari Natal. Awalnya, saya mengira hal ini akan saya temui juga ketika merayakan Natal di Wollongong. Hanya ada beberapa keluarga baru yang datang ke gereja ketika perayaan natal. Pun demikian, tidak seramai yang saya kira.

Kesan kedua, yaitu kasualitas. Jika perayaan hari Natal di Indonesia, umumnya jemaat mengenakan pakaian terbaiknya, Hal yang sama yang saya rencanakan bersama keluarga ketika hendak berangkat ke gereja untuk merayakan Natal. Saya sudah menyiapkan kebaya yang khusus saya bawa dari Indonesia. Namun, pada akhirnya kami memutuskan untuk mengenakan batik dan kemeja warna kompak keluarga. Dan ketika tiba di gereja, saya terheran heran. Sebagian besar jemaat terlihat sangat kasual. Bahkan beberapa terlihat mengenakan celana pendek, kaos dan sandal.

Terlepas dari itu semua, perayaan Natal kali ini terasa hikmat. Tenang dan damai. Di malam Natal, kami sekeluarga berkeliling kota untuk melihat dekorasi lampu Natal di beberapa rumah. Lampu natal didekorasi serupa santa, pohon natal dan dekorasi unik lainnya. Dekorasi lampu Natal juga menjadi kompetisi tahunan di Wollongong. Rumah dengan dekorasi lampu natal terbaik akan di vote untuk menjadi pemenang. Di hari Natal, umumnya orang lokal merayakan dengan makan siang bersama keluarga besar.

Meskipun jauh dari keluarga besar, saya dan keluarga masih bersyukur karena bisa merayakan Natal di Wollongong. Mudah – mudahan teman teman punya kesempatan yang sama dan bisa berbagi cerita :).

 

 

,

Merayakan Natal di Wollongong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *